Senin, 04 Juni 2012

Manusia dan Pandangan Hidup


Manusia dan Pandangan Hidup
Berbicara mengenai pandangan hidup pastilah membicarakan bagaimana seseorang menjalani kehidupan pribadinya ke depan dengan jalan hidup yang ia yakini mampu membawa kehidupannya yang lebih baik baik dalam hal harapan, tujuan, cita-cita dan manfaat yang ia dapati kelak. Disini saya akan mengulas mengenai pandanagan hidup terhadap apa yang dijalani manusia saat ini dalam menjawab tantangan hidup yang semakin kompleks pada era ini. Tentunya pandangan hidup ini sangatlah penting dalam membina kehidupan pribadi sehingga nantinya pribadi tersebut mampu menerapkan tindakan, sikap, perilaku dan pola pikir sesuai dengan paham pandangan hidup yang ia yakini sebagai bagian dalam kehidupan dirinya. Untuk itu dikarenakan pentingnya pandangan hidup bagi sesorang menyebabkan pola tatanan kehidupan sosial yang diharapkan mampu hidup dalam landasan pandangan hidup yang benar sehingga mampu menciptakan tatanan kehidupan sosial yang baik


A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. CITA-CITA 

Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.
3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.

C.KEBAJIKAN 

Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada 3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.

D. USAHA / PERJUANGAN

Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN

Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.

F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

Setaip manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Mengenal
kita harus mengenal dulu diri kita sendiri itu seperti apa dan bagaimana untuk menyesuaikan nya.
 2. Mengerti
kita harus mengerti semua apa yang telah kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan.
3. Menghayati
apabila kita sudah mengenal dan mengerti selanjutnya kita harus menghayatinya dengan hati. Dalam artian kita melakukan nya sesuai keinginan dalam hati kita.
4. Meyakini
Dalam melakukan suatu kegiatan kita harus menyakini dengan hati yang bersih dan berserah diri kepada allah. insyaallah kita akan di berikan suatu petunjuk yang bener oleh allah.
5. Mengabdi
Setelah semua yang tadi telah kita lakukan tinggal kita mengabdi kepada negara dimana tempat kita tinggal. Dan tidak lupa juga membalas semua kebaikan kedua orangtua kita karna tanpa doa orangtua kita tidak akan bisa sukses.


OPINI : Setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap melakukan suatu perbuatan dan kegiatan harus dilakukan sesuai dengan hati nurani diri kita sendiri. Harus percaya diri dan harus berdoa kepada allah untuk bisa melakukannya. Dalam menjalankan kehidupan ini pastinya sesorang memilki pandangan hidup akan apa yang harus ia perbuat untuk kehidupannya baik untuk kebaikan hidup bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Pandangan hidup inilah yang menjadikan kehidupan sesorang menjadi lebih terarah sehingga nantinya dapat ia jadikan pedoman hidup. Pandangan hidup juga dapat mendasari nilai-nilai dan tujuan tersendiri guna mewujudkan apa yang selama ini ia impikan melalui nilai-nilai luhur dalam setiap tindakan, sikap dan pemahaman akan sebuah pentingnya arti sebuah pandangan hidup baik untuk memperbaiki kehidupan ataupun menyongsong kehidupan yang lebih baik nantinya


Minggu, 03 Juni 2012

Manusia dan keadilan


Manusia dan Keadilan

Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral. Amatlah penting bagi setiap individu membiasakan diri untuk berbuat adil dalam setiap kehidupan agar nantinya mampu menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam beragam aktivitas rasa adil hendaknya diterapkan dalam setiap rutinitas tak peduli apakah itu aktivitas rutin, formal maupun informal agar rasa adil dapat dijadikan budaya yang membaikkan kehidupan bermasyarakat

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi, karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Dan dengan cara itulah yang dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

  Arti dari keadilan itu sendiri adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori nya, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang sangat besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai. “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajibannya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Adapun macam-macam keadilan sebagai berikut :
1.  Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya.Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.
Dan Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.

2. Keadilan Distributif
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally). 

3. Kadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
4. Kejujuran 
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.

Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya.

Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai batas-batas yang di tentukan.

Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipuntidak serupa benar. Kecurangan adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani nya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan tanpa adanya usaha. Yang dimaksud dengan keuntungan adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau kenikmatan, meskipun orang lain menderita karena nya. Kecurangan juga menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasa nya tidak senang bila ada orang yang melebihi kekayaannya, padahal agama apapun tidak membenarkan orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain dan lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan yang curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak akan di ridhoi oleh allah dan akan mendapatkan dosa yang setimpal.

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa yang berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kamu laksanakan apa yang kamu anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga juga.

 Penjagaan nama baik sangat erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah dari tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.


SUDUT PANDANG
Dalam menjalankan kehidupan ini sebaiknya kita diwajibkan untuk berbuat adil terhadap sesama karena manusia pastinya memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap apa yang mereka miliki sebagaipandangan hidup karena adil dapat membawa banyak manfaat bagi kehidupan sesama guna menjalani hidup yang lebih baik ke depannya. Rasa adil hendaknya dimiliki oleh tiap insan kepada seluruh elemen tak peduli terhadap jabatan, status sosial, agama maupun budaya karena dalam era yang semakin modern ini banyak kita melihat rasa keadilan ini dicederai oleh berbagai macam rasa ketidakadilan yang merugikan diri sendiri orang lain maupun membawa rakyatnya sekalipun seperti hukum yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Pejabat yang korupsi hanya diganjar hukuman ringan sedangkan rakyat kecil yang hanya mengais buah cokelat saja disebut sebagai maling yang diganjar hukuman berat. Kesejahteraan yang tidak mampu dirasakan oleh rakyat kecil , fasilitas publik yang tidak layak semakin menambah daftar panjang kejelekan nilai adil. Hendaknya kita memperbaiki ini semua mulai dari hal yang kecil

Kamis, 26 April 2012

Eko Rudi Suteja

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan. Perlu adanya pemahaman yang mendalam dalam mengartikan sebuah penderitaan di dalam kehidupan ini agar nantinya kita mampu memaknai sebuah penderitaan sebagai langkah awal dalam menjalani hidup selanjutnya karena dengan memaknai nilai penderitaan kita mampu bangkit dari kesusahpayahan hidup dan bterhindar dari hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain

Pengertian Siksaan
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.

Tiga Siksaan Bersifat Psikis
•    Kebimbangan, siksaan ini terjadi ketika manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh pertimbangan yang amat sangat sulit.
•    Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
•    Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia.
•    Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
Kekalutan Mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala Seseorang yang Mengalami Kekalutan Mental
•    Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
•    Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan
•    Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bais jasmana maupun rokhani
•    Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
•    Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan
Sebab-sebab timbulnya Kekalutan Mental
•    Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
•    Terjadinya konflik sosial budaya
•    Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses-proses Kekalutan Mental
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :
•    Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi Hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
•    Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
•    Fiksasi adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
•    Proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain
•    Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
•    Narsisme adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain
•    Autisme ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Sumber

id.wikipedia.org
kamusbahasaindonesia.org
www.elearning.gunadarma.ac.id
Dalam materi ini kita dapet mengetahui tentang apa itu penderitaan, Kehidupan manusia tidak akan datar pasti bergelombang maksudnya pasti ada yang enak dan tidak enak nya, sebut saja yang tidak enak penderitaan. Dalam menghadapi penderitaan setiap orang pasti melakukan hal yang berbeda untuk menahan atau menyikapinya, ada yang menyikapinya dengan tindakan positif dan negatif, misalkan yang positif ia akan lebih berusaha agar tidak mendapatkan penderitaan yang ia sudah alami bahkan bisa menjadikannya sebagai sebuah peluang dalam melakukang sebuah inovasi baru, sedangkan yang negatif ia akan trauma dan membuat kondisi ia menjadi labil karena terlalu berlebihan mengikapi penderitaannya dan bahkan sampai ingin bunuh diri. Untuk itu kesehatan rohani setiap orang harus dijaga agar terhindar dari kekalutan mental yang bisa merusak psikis kita

Manusia dan Keindahan
Eko Rudi Suteja


Sering kita mendengar, merasakan maupun mengalami arti penting sebuah keindahan dalam hidup ini. Hal ini merupakan terwujudnya kasih sayang Tuhan serta upaya keras dalam mewujudkan keindahan itu sendiri sebagai umat manusia yang dalam tujuan hidupnya pastinya menginginkan kebahagiaan dalam mewujudkan kehidupan yang sepenuhnya. Terlebih makna kebahagiaan itu sendiri dalam hidup sangatlah penting dalam menunjang kualitas hidup kepribadian pribadi itu sendiri dalam menciptakan kelangsungan hidup yang berkualitas baik baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Tentunya semua orang hidup di dunia ini menginginkan kehidupan yang bahagia agar dapat hidup dengan senang, bersyukur serta mampu membaikkan kehidupan orang lain. Kebahagiaan dapat diperoleh dengan cara mendedikasihkan hidup untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai serta mampu membahagiakan diri sendiri dan juga orang lain dalam kehidupannya. Dalam konteks agama kebaagiaan dapat ditempuh dengan cara beriman dan bertakwa pada Tuhan untuk mendapatkan rahmat Tuhan dalam mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat
Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, artik kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Apakah keindahan Itu ?
Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
1.    keindahan dalam arti luas
2.    keindahan dalam arti estetis murni
3.    keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Nilai estetik.
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
1.    Tata nilai yang telah usang
2.    Kemerosotan zaman
3.    Penderitaan Manusia
4.    Keagungan Tuhan
Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni  adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.
Kita dapat menciptakan kebahagiaan dengan melaksanakan pilihan hidup yang kita anggap paling baik dalam kehidupan ini serta mampu memaknai arti penting kebahagiaan ini sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT. Kita pun diharapkan bisa memaknai kebahagiaan dengan mengambil hikmah dari apapun yang telah kita perbuat agar nantinya nilai kebahagiaan ini memiliki nilai positif guna melanjutkan kehidupan yang lebih baik lagi di masa yang akan mendatang

Rabu, 11 April 2012

MANUSIA DAN CINTA KASIH

MANUSIA DAN CINTA KASIH
Tuhan Yang Maha Esa telah menganugerahi umat manusia untuk hidup berdampingan satu sama lain terutama dalam hal cinta kasih. Pada umumnya cinta dan kasih dapat dibedakan dalam berbagai sudut pandang dan konteks yang beraneka ragam semisalnya cinta kasih dalam Agama telah dijelaskan bahwa Tuhan telah menyayangi dan mengasihi seluruh makhluk ciptaannya. Dalam cinta kasih orangtua kepada anaknya adalah terwujudnya rasa cinta kasih yang dicurahkan kepada anaknya dengan memberikannya perwatan, perlindungan, pendidikan serta segala bentuk upaya dalam membahagiakan anaknya yang tercinta. Dalam cinta kasih kepada pacar contohnya seorang pria sangat mencintai dan mengasihi wanita yang selama ini ia cintai guna mampu memberikannya rasa nyaman, bahagia dan damai dalam ikatan kesetiaan yang kuat antara satu sama lain. Cinta dan kasih antar sesama orang terdekat contohnya mampu menjalani persahabatan dan rekan bisnis yang mampu membangun komitmen dalam membangun tujuan bersama
Dalam hal mencintai dan mengasihi dibutuhkan pemahaman khusus untuk mampu membedakan apa itu cinta dan apa itu kasih. Cinta adalah perasaan, sangat suka dan sangat sayang yang mampu menarik hati ini untuk mencintai seseorang ataupun sesuatu yang dapat kita cintai sedangkan kasih adalah perwujudan rasa sayang atau welas asih kepada seseorang ataupun sesuatu yang kita cintai.
Berikut akan diuraikan beberapa ulasan yang akan menjelaskan mengenai topik cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari
KARAKTERISTIK CINTA
1.    Cinta bersifat manusiawi yang mendorong perasaan hati untuk mencintai dan mewujudkannya
2.    Cinta bersifat nilai rohaniah karena berasal dari kalbu untuk dapat mencintai karena perasaan akan mencintai dapat timbul dari rasa suka dan ingin sekali memilikinya
3.    Cinta memiliki kecendrungan untuk memberi
KARAKTERISTIK KASIH
1.    Kasih adalah rasa ingin mengasihi yang berawal dari cinta untuk saling mewujudkan apa yang selama ini dicintainya
2.    Terwujudnya kasih akibat adanya komitmen cinta yang kuat
UNSUR-UNSUR CINTA
1.    Kedekatan hubungan
2.    Kedekatan antara sang pencipta dengan makhluknya
3.    Adanya rasa untuk memgembangkan dan menumbuhkan
4.    Faktor seksual ( antara laki-laki dengan perempuan yang dipengaruhi hormon)
5.    Komitmen dalam menjalani hubungan
6.    Perwujudan cinta yang hakiki
 BEBERAPA TINGKATAN CINTA DAPAT DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT
1.    Cinta dalam mengharapkan dapat sesuatu dari pasangan hidupnya agar dalam memenuhi kehidupan dan kebahagiaan dapat terwujud seorang pasangan ingin mendapat sesuatu dari belahan hatinya umumnya bersifat materi
2.    Cinta yang memberikan rasa cinta yang tulus semata-mata hanya ingin membahagiakan pasangan hidupnya agar terciptanya kebahagiaan yang dapat dirasakan antara pasangan ini dalam mencapai bahtera hubungan yang harmonis
3.    Cinta yang ingin membuka jalan bagi kehidupannya agar dirahmati oleh Tuhan untuk mengasihi pasangan hidupnya dalam membangun bahtera keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Inilah cinta yang dapat terwujud bilamana terjadinya rasa saling mencintai yang kuat, rasa percaya dan rasa untuk saling melengkapi hidup dalam peningkatan kehidupan yang lebih baik yang dapat membaikan sikap antara pasangan.
BENTUK-BENTUK CINTA DIANTARANYA
1.    Cinta yang selalu tercurahkan oleh Tuhan kepada seluruh makhluk ciptaannya dalam mewujudkan kehidupan yang baik khususnya manusia dapat merasakan cinta Tuhan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dengan cara menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan melakukan semaksimal mungkin kebaikan di muka bumi tentang semua hal yang dipelajarinya dalam agama yang dianutnya
2.    Cinta orangtua dalam mewujudkan kebahagiaan pada anak-anaknya agar nantinya kehidupan anaknya dapat terwujud dengan baik guna membekali masa depan anaknya dengan semua hal yang dibutuhkannya
3.    Cinta keluarga yang dapat membangun kehidupan bahtera keluarga yang baik
4.    Cinta lingkungan yang mampu melestarikan lingkungan untuk kehidupan makhluk hidup ke arah yang lebih baik
5.    Cinta antar sesama lebih cenderung memiliki rasa cinta yang mendukung keberlangsungan kehidupan sosial di dalam masyarakat yang membangun tujuan hidup bersama
Dalam menjalani hidup alangkah pentingnya kita membangun cinta kasih pada Tuhan, pada pasangan hidup kita seperti anak istri kita dalam membina keluarga yang dirahmati Tuhan dan juga antar sesama manusia guna kehidupan sosial yang baik

Created by
Eko Rudi Suteja
52411387 / 1 IA 25



Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita mengenal dunia sastra sebagai bagian dalam karya seni yang diwujudkan dalam keindahan kata-kata yang diciptakan oleh sastrawan, budayawan atau oleh para pujangga pada masa dan keadaan sosial yang berlaku dalam masa penciptaan katya sastra itu sendiri sehingga para pecinta sastrapun ingin sekali memaknai sastra yang mereka sanjungkan, dalam kaitannya dengan ilmu budaya dasar peran sastra mampu menimbulkan rasa cinta pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan karena sebagian besar sastra khususnya sastra Indonesia memiliki banyak keragaman jenis yang dapat dibedakan dari pesan moral yang disampaikan ada yang dalam bentuk nilai agama, sosial, politik, budaya, maupun lingkungan sastra juga merupakan bagian budaya bermacam negara seperti sastra Indonesia, sastra Inggris, sastra Arab, sastra China dan sebagainya. Pendekatan Kesusastraan
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
• Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
• Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
• Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
• Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
 Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya. Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5. Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Abdul Chaer dan Leonie dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, di mana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan.10 Namun pendapat lain ada yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi.
Masinambouw menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1. Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .
*IBD Yang Di Hubungkan Dengan Prosa
Istilah prosa banyak padanannya kadang-kadang disebut naratif fiction, prose fictic, atau hanya fiction saja dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal yang dipakai pada roman, novel dan cerita pendek
Prosa adalah karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama.
Jenis-jenis Prosa : Prosa lama dan prosa baru.

 Prosa lama meliputi
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara

 Prosa baru meliputi
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

Selasa, 10 April 2012

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan adalah 2 aspek kehidupan yang tidak pernah terpisahkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena manusia selalu hidup dalam budaya yang mereka yakini sebagai acuan dalam menjalani kehidupan dan menjadi tolak ukur dan batasan dalam kelakuan manusia sendiri sehingga nantinya manusia itu sendiri tidak melampaui kehidupan yang sebagaimana mestinya. Indonesia sendiri dikenal di dunia sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan Nusantara yang kental, harmonis, berkarakter dan penuh dengan kebaikan
Hal inilah yang membedakan atau mencirikan karakter khusus dari Bangsa Indonesia itu sendiri. Sebagai contoh leluhur Indonesia telah lama menempati Nusantara sebagai umat manusia yang mengerti akan ilmu kelautan dan maritim. Dengan ditemukannnya sejarah berupa pelaut Nusantara yang gagah berani melintasi lautan di belahan dunia dan kekayaan maritim Indonesia yang terkenal akan kekayaan alamnya serta keanekaragaman hayatinya
Sebelum Indonesia mencapai kemerdekaannya yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia telah banyak didirikan beragam budaya Nusantara yang sangat kental di masing-masing daerah. Dengan adanya beragam kerajaan yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara dengan beragam corak agama, budaya dan nilai tradisinya yang terkandung menyimpan banyak kekayaan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia, serta kedaan sosial masyarakatnya yang selalu menjunjung tinggi tradisi leluhur mereka dengan melakukan dan melaksanakan nilai-nilai leluhur yang menjadi garis turun temurun seperti norma, adat-istiadat, agama, sosial serta beragam upacara adat untuk mengenang leluhur mereka sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur. Pasca merdekanya Indonesia dari tangan para penjajah Indonesia semakin menemui jati dirinya yang sesungguhnya setelah terlepas dari belenggu penjajahan yang mensengsarakan rakyat Indonesia. Rakyat cenderung lebih terbuka dalam mengapresiasikan bentuk kebudayaannya mereka sendiri. Upacara pengibaran bendera Indonesia dijadikan sebuah momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan Indonesia yang telah gugur dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Rakyat Indonesia semakin memahami betul pentingnya nilai kebudayaan Indonesia yang menjadi corak khas kemajemukan budaya Indonesia. Meskipun di tiap daerah Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang berbeda-beda namun dengan rasa kesatuan dan persatuan serta rasa Bhineka Tunggal Ika menjadikan kemajemukan budaya Indonesia tetaplah satu meskipun berbeda-beda dalam tiap budaya yang dianut masing-masing daerah







Dalam era modern seperti ini, kebudayaan Indonesia tetaplah dilestarikan oleh generasi penerus bangsa dengan cara pencapaian yang menggunakan media yang berbeda contohnya seperti menerapkan nilai Pancasila sebagai ideologi Bangsa yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mentaati nilai dan norma dalam keyakinan, menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan menjunjung tinggi rasa hormat dan tenggang rasa di anatara umat beragama, menjalankan budaya yang dimiliki di masing-masing daerah seperti tarian, rumah adat, masakan tradisional serta rasa gotong rotong yang menjadikan kehidupan sosial menjadi lebih bernilai
Contoh kecil dari budaya Indonesia yang bisa kita lihat sehari-hari adalah Indonesia memiliki budaya Timur yang khas dengan menerapkan aturan sopan-santun yang dapat menghargai status orang lain, selalu terbuka bagi siapa saja yang datang mengunjungi Indonesia, selalu memiliki rasa gotong royong untuk mencapai tujuan bersama, menghormati dan menghargai pendapat orang lain, saling menghormati dan tenggang rasa antar umat beragama, dan menerapkan nilai, norma dan moral dalam kehidupan bermasyarakat
Dalam menjalankan budaya Indonesia tentulah terdapat tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari dalam. Contoh dari dalam adalah adanya campur tangan orang tak bertanggung jawab yang ingin memecahkan budaya Indonesia sedangkan dari luar adalah datangnya budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan asli Indonesia. Tentunya dalam arus globalisasi ini amatlah penting bagi tiap pribadi Indonseia untuk selalu melestarikan budaya Indonesia dan menjaga dampak negatif yang datang dari luar. Meskipun tidak smua budaya asing itu adalah negatif ada juga yang positifnya seperti pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah nilai agama dan pengamalan pancasila sebagai media penyaring dan pembatasa antar kebudayaan Indonesia asli dengan budaya asing yang datang dari luar


Created by
EKO RUDI SUTEJA
52411387 / 1 IA 25
UNIVERSITAS GUNADARMA